’Sekolah Sebagai Pusat Pengembangan Potensi Anak’

’Sekolah sebagai Pusat Pengembangan Potensi Anak’

Pendidikan bukanlah soal akal semata, melainkan soal memberi bimbingan kepada perasaaan-perasaan yang lebih tinggi yaitu akal guna mengatur nafsu- nafsu, karena akal sendiri tidak berdaya, sehingga ia memerlukan dukungan perasaan yang lebih tinggi agar diarahkan secara benar, pendapat tersebut merupakan salah satu pemikiran dari seorang Filsuf Yunani Kuno yang bernama Aristoteles, pendapat tersebut senada dengan pendapat Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional) tentang Tujuan pendidikan yakni Memerdekaan Manusia Indonesia yang berarti setiap orang bisa memilih menjadi apa saja dengan catatan adanya penghargaan terhadap kemerdekaan yang dimiliki oleh orang lain. Titik temu antara pandangan Aristoteles dan Ki Hajar Dewantara, yakni manusia yang terdidik tidak hanya mampu menggunakan akal saja namun juga harus menggunakan perasaanya sehingga tercipta kemerdekaan yang sesungguhnya dan kemerdekaan yang dihasilkan tidak menganggu hak-hak orang lain. Dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia yang tertuang dalam Konstitusi Negara, hal ini sebagaimana diamanatkan pada Undang-Undang Dasar 1945 melalui BAB XIII, pasal 31 ayat (1) sampai ayat (5) secara tegas menjelaskan mengenai peran dan hak-hak serta kewajiban dalam penyelenggaran pendidikan di Indonesia. Terutama di pasal (4) mengenai penyelenggaraan pendidikan, dimana pemerintah membiayai kebutuhanya dalam hal ini bentuk dari penyelenggaran tersebut salahsatunya yakni mendirikan bangunan sekolah beserta dengan fasilitas pendukung pembelajaran, Undang-undang teknis yang mengatur pendidikan (Penjabaran dari pasal 31) yakni pada Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kurikulum Merdeka Paradigma Baru Dunia Pendidikan

           Kurikulum Merdeka telah resmi diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bagian dari episode ke 15 Merdeka Belajar, hal ini merupakan salahsatu kebijakan strategis yang dicanangkan oleh Mas Menteri Nadiem Makarim untuk membuat terobosan merubah paradigma dunia pendidikan secara menyeluruh. Titik utama perubahan pada kurikulum ini yakni Struktur Kurikulum yang lebih Fleksibel, pembelajaran berdiferensiasi (Diferensiasi Konten, Diferensiasi Proses dan Diferensiasi Produk), serta Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dengan paradigma baru tersebut diharapkan setiap anak berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya, harapannya tentu saja agar tercipta generasi penerus bangsa yang merdeka secara utuh dan mampu bersaing secara global. Penerapan kurikulum merdeka sendiri dalam prakteknya terbagi menjadi tiga tahapan sesuai dengan pilihan atau kesiapan dari masing-masing sekolah, adapun ketiga pilihan tersebut yakni Mandiri Belajar (sebagai tahap awal), Mandiri berubah (sebagai tahap menengah) dan Mandiri berbagi (sebagai tahap puncak). Di Kabupaten Belitung Timur sendiri pada tahun pelajaran 2022-2023 ini baru 3 sekolah yang berkomitmen untuk menerapkan kurikulum Mandiri berubah, sedangkan untuk sekolah kami, SMPN 3 Kelapa Kampit masih pada tahap awal yakni Mandiri belajar, pilihan ini kami ambil tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kesiapan SDM pengajar, kesiapan siswa serta kesiapan daya dukung fasilitas pendukung pembelajaran dan aspek lainnya, sehingga jika basic nya sudah dipahami secara penuh maka tentu saja akan berlanjut ke tahap berikutnya.

SMPN 3 Kelapa Kampit Sekolah Merdeka Berkarya & Merdeka Berkreasi

                Kurikulum Merdeka sebagai penerapan Konsep pendidikan yang telah digariskan oleh Ki Hajar Dewantara, berupaya untuk mengembalikan ‘’Ruh’’ pendidikan itu sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional yaitu melahirkan manusia Indonesia yang merdeka. Berangkat dari konsep tersebut lingkungan pendidikan tentu saja haruslah mendukung, selain proses pembelajaran yang menggunakan Pembelajaran Berdiferensiasi dan penerapan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tentu saja haruslah diperkuat dengan beberapa program yang bisa menumbuhkembangkan potensi dan bakat anak. Selaras dengan prinsip kurikulum merdeka yakni berpusat pada anak, SMPN 3 Kelapa Kampit berupaya menyelenggarakan beberapa program yang mendukung terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan potensi anak, sebagai berikut :

  1. SELABOR (Seputar Literasi dalam Obrolan), penamaan Program ini terilhami pada masakan khas Pulau Belitong yakni ‘’Gangan Selabor’’, sebuah masakan dengan campuran yang berbeda-beda namun memiliki citarasa yang khas. Meskipun campurannya terkadang ‘’Nyeleneh’’ atau kurang Tepat seperti ikan asin dan sambal yang disajikan diatas Gangan, namun rasanya tetap nikmat ketika disantap. Berdasarkan filosofi tersebut kami mengambil filosofinya pada penamaan program ini.  Sehingga meskipun berbeda-beda narasumber namun tetap bisa dimaknai essensi dari tujuan program tersebut. Pada program ini kami mengundang berbagai Narasumber Inspiratif dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu dan berbagai profesi.  Pada umumnya Narasumber merupakan ‘’kenalan/sahabat/jaringan’’ sehingga bisa meminimalisir biaya yang timbul dari kegiatan ini. Secara garis besar SELABOR merupakan ‘’Kelas Inpirasi’’ dengan harapan melalui diskusi dengan berbagai narasumber dengan berbagai latar belakang tersebut bisa menambah motivasi belajar anak sekaligus program ini juga menguatkan pandangan Ki Hajar Dewantara yakni Belajar dengan siapa saja dan dimana saja, setiap orang bisa menjadi guru dan setiap guru bisa menjadi siswa.  Selabor sendiri dalam prakteknya, diterapkan menjadi dua model yakni versi Daring dan saat ini kami juga sedang mengembangkan versi Luring dengan judul Selabor on the Spot, adapun penjelasannya sebagai berikut :
  1. SELABOR, konsep program ini yakni diskusi secara daring dengan menggunakan Platform Google Meet. Penggunaan platform ini tentu saja berkaitan erat dengan pemanfaatan akun belajar.id sebagai SSO (Single Sign On) Merdeka Belajar yang bisa secara gratis di manfaatkan. Bagi sekolah kami hal ini tentu saja menjadi pertimbangan yang masuk akal dengan mempertimbangkan ketersediaan alokasi anggaran sekolah. Dalam Pelaksanaan SELABOR Versi Daring ini, di beberapa kesempatan, kami bahkan sudah terhubung secara Lintas Negara seperti pada episode ke 3, Narasumber yang langsung terhubung dari Amerika Serikat, dan pada episode ke 5 narasumber kami yang terhubung dari Russia. Meskipun berbeda Negara dan berbeda zona waktu namun tidak ada kendala berarti dalam pelaksaan program. Program Selabor versi Daring sendiri saat ini sudah memasuki episode ke 7, dengan Nararumber terakhir kami yakni seorang Desainer Muda dan berkarier di Kota Bandung.  
  2. SELABOR On The Spot, letak perbedaanya dengan Selabor Versi Daring yakni pada Selabor On The Spot ini kami menghadirkan narasumber langsung ke sekolah untuk berdiksusi menebar inspirasi dengan siswa kami, beberapa Narasumber Selabor On the Spot seperti Kepala KUA (Kantor Urusan Agama) Kelapa Kampit, Dinas Sosial Bidang Pusat Pendidikan Keluarga dan yang terakhir kemarin sahabat kami anak-anak muda yang tergabung dalam NGO (Non Government Organisation) di WISH (Wonderful Indonesia Sosial Humanity) sejumlah 45 Orang.
  1. Program Menulis di Media Cetak Pos Belitung, program ini bertujuan Meningkatkan kemampuan Literasi, hal ini dilandasi semangat untuk memperbaiki nilai PISA (Programme For International Studies Assesment), dimana posisi Indonesia kurang baik dibidang Literasi dan numerasi sehingga pemerintah pun merubah sistem penilaian sekolah dengan AKM (Assesment Kompetensi Minimum). Sebagai penyelenggara pendidikan SMPN 3 Kelapa kampit juga memiliki kewajiban untuk mendukung peningkatan literasi dalam hal ini kami mengambil langkah untuk menggerakan semangat literasi sekolah melalui menulis dimedia cetak, beberapa alasan yang kami ambil yakni dengan menulis secara tidak langsung siswa akan membaca berbagai refrensi untuk memperkuat tulisannya dan dengan menulis juga siswa akan terasah kemampuan membaca dan menganalisisnya serta pada sisi lain juga membudayakan menulis merupakan praktik baik yang kami harapkan menjadi nilai tambah bagi sekolah kami. Untuk mempermudah program ini kami bekerjasama dengan media cetak lokal yakni pos Belitung, terikat secara MOU tentu saja kerjasama ini sangat menguntungkan kedua belah pihak.
  2. SAPA MENTARI (Salam Pagi Mengekspresikan Potensi Diri) merupakan program baru yang sedang kami gagas dan bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri, pada setiap peserta didik, dengan memberikan ruang untuk mereka mengekspresikan berbagai potensi diri secara merdeka seperti menampilkan karya, bercerita ataupun sekedar sharing pengalaman-pengalaman, saat ini program ini sedang proses launching yang akan berbarengan dengan launching Buku Kompilasi Tulisan di Media Cetak Pos Belitung.

         Akhirnya untuk menjadikan sekolah sebagai pusat pengembagan potensi anak yang merupakan tujuan dari Kurikulum Merdeka dan tujuan Pendidikan Nasional sebagaimana di gariskan oleh Ki Hajar Dewantara, bahwa Setiap individu yang lahir kebumi ini memiliki keunikannya masing-masing yang tentu saja tidak bisa disamakan, karena itulah bentuk keindahan dari Tuhan Yang maha Esa. SMP Negeri 3 Kelapa Kampit sebagai penyelenggara pendidikan berusaha mewujudkan hal tersebut, dengan secara terus menerus berinovasi dan mencoba membuka dan mengasah kemampuan dan potensi anak, dengan harapan mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat yang mereka miliki, tentu saja semuaya butuh proses dan sekolahlah tempat yang sangat tepat untuk menjalankan proses tersebut. Kami siap berupaya mewujudkan dan menumbuhkembangkan potensi anak yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Mari bergabung bersama kami di SMPN 3 Kelapa Kampit, jangan ragu !

Penulis: 
Ardi Sabara "Kepala SMP Negeri 3 Kelapa Kampit
Sumber: 
Ardi S

Artikel

23/05/2017 | http://gtk.data.kemdikbud.go.id
23/05/2017 | http://gtk.data.kemdikbud.go.id/Home/Syarat
23/05/2017 | Danny
23/05/2017 | Danny
05/10/2022 | Ardi Sabara "Kepala SMP Negeri 3 Kelapa Kampit